Flight Report: GA867 Bangkok-Jakarta

7/14/2016 02:03:00 AM

Awalnya saya ragu membuat flight report kali ini mengingat penerbangan saya hanya menggunakan odong-odong pesawat narrow body. Biasanya flight report selalu mengulas penerbangan untuk pesawat wide body. Tapi kali ini saya putuskan untuk tetap membuat, dikarenakan ketika tulisan ini dibuat, Garuda Indonesia untuk ketiga kalinya kembali dinobatkan sebagai World’s Best Cabin Crew oleh Skytrax. Three consecutive years, whoohooo!

Direktur Utama Garuda Indonesia, M. Arif Wibowo

 

Skytrax World Airline Award ini dilaksanakan bersamaan dengan ajang pameran kedirgantaraan "Farnborough Air Show 2016" di Farnborough, Inggris. Foto diatas diambil dari akun Twitter Garuda Indonesia. Proud of you Garuda Indonesia!


Kembali ke flight-report. Konter check-in Garuda Indonesia menempati Row G16 di Bandara Suvarnabhumi. Bersebelahan dengan Swiss Airlines. Konter check-in baru dibuka pukul 11:40 tetapi sudah nampak antrian di depan konter. Saya sudah menggunakan fasilitas internet check-in 24 jam sebelumnya, jadi hanya perlu drop in baggage saja.





Check-in berjalan singkat dan efektif, hanya dalam beberapa menit saja saya sudah mendapatkan boarding-pass dan mari menyelesaikan urusan imigrasi dan mencari kios duty-free untuk menghabiskan sisa uang baht.


Boarding pass issued!
View from the top
Imigrasi
Selepas imigrasi, memasuki airside, langsung disambut dengan kerumunan orang di depan landmark kebanggaan Bandara Suvarnabhumi, "Scene of The Churning of The Milk Ocean." Hampir semua orang yang keluar dari imigrasi menyempatkan untuk berfoto disini.






Sisa uang baht saya ternyata hanya cukup untuk membeli dua manisan buah ini. Satu bungkus berisi hanya manisan mangga dan satu lagi aneka buah yang terdiri dari kiwi dan pepaya. 


Setelah membeli, saya buru-buru plane-spotting sebelum menujung boarding room. Ya walaupun panel kaca dari Bandara Suvarnabhumi agak menghalangi bidikan. Surprising ketika mendapati salah satu maskapai anggota Skyteam yang berslogan "Pride of Africa," Kenya Airways. Pertama kali melihatnya langsung, semoga kelak bisa bikin flight report-nya. Amin!


Xiamen Air (Boeing 737-800)
Kenya Airways (Boeing 787-800)
Swiss (Airbus A340-300)
Eva Air - Boeing 777-300ER Hello Kitty Livery
And here's my ride today Garuda Indonesia dengan nomor seri PK-GFU yang menjalani first-flight nya 28 Mei 2013. Baru berumur tiga tahun pesawat ini. Semoga perjalanannya menyenangkan untuk 3 jam kedepan!


Garuda Indonesia (Boeing 737-800)
Dengan konfigurasi seat 3-3, pesawat narrow body ini sanggup mengangkut 156 penumpang dengan konfigurasi 12 di kelas bisnis dan 144 di kelas ekonomi. Setiap seat dilengkapi dengan bantal dan inflight entertaintment (IFE).


Economy class cabin
My seat 38A
Soft pillow
Kiri: Headset, kanan: audio controller 
Pre-departure drink, orange juice
Inflight magazine
Tidak sedikit pax Rusia dalam penerbangan ini. Hasil dari codeshare dengan Aeroflot sepertinya. Sembari pesawat taxiing menuju runway, saya memilih-milih film untuk ditonton dalam perjalanan ini. Touchscreen-nya sedikit kurang responsif.


Taxiing
Inflight entertainment
Off we go, bye Bangkok!
Pilihan film di IFE Garuda Indonesia ini tidak begitu banyak. Tapi cukuplah untuk teman perjalanan selama 3 jam. Saya memilih untuk menonton Catatan Akhir Kuliah karena pemainnya berisi beberapa stand up comedian seperti Muhadkly Acho dan Abdur Rasyad.


Movie selection: Catatan Akhir Kuliah
Kiri: climbing, kanan: cruising altitude
Sekitar 40 menit penerbangan, flight-attendant (FA) mulai membagikan inflight-meal. Ada dua opsi yaitu chicken dan beef. Dikarenakan chicken option berupa nasi goreng ayam, saya memilih beef option yang kali ini adalah Beef Noodle. Inflight-meal saya dilengkapi dengan Bun, Vermicelli Salad, Fresh Fruit dan Imperial Butter. Makin lengkap dengan Apple Juice, yum!


Beef option
*Drooling emoji*
Setelah menyelesaikan semua makanan, saya sempat beberapa kali mengecek flight map di sela-sela melanjutkan nonton film. Sudah berada di atas Malaysia rupanya, sudah setengah jalan.


Flight map
Half way to go
Wah, you damn chio!
Masih setengah jalan untuk sampai Jakarta, film juga belum usai. Saatnya second-beverage. Saya memilih kopi hitam untuk teman menyelesaikan Catatan Akhir Kuliah ini.


Black coffee!
Pesawat mulai descending dari ketinggian jelajah dan sempat bermanuver diatas teluk Jakarta mengingat padatnya lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno Hatta pada jam-jam ini.



Pesawat touchdown tepat waktu. Pesawat menuju remote apron dan semua penumpang dijemput dengan bus kemudian diantar menuju Terminal 2F. Sadly, imigrasi penuh sesak oleh jamaah umroh dari tiga maskapai langsung. Baiklah sabar mengantri. Terlepas dari itu, it was another good flight with Garuda Indonesia! 

Cute cutter to open my green-wrapped bag 
Selepas imigrasi, langsung menuju belt untuk mengambil ransel saya. Oya, salah satu keuntungan wrapping di Bandara Suvarnabhumi adalah, kita mendapatkan semacam cutter untuk membuka wrapping plastiknya. Well, its a nice touch. Sekian flight-report kali ini, sampai jumpa di flight-report selanjutnya. Have a nice flight~

You Might Also Like

1 komentar

  1. JOIN NOW !!!
    Dan Dapatkan Bonus yang menggiurkan dari dewalotto.club
    Dengan Modal 20.000 anda dapat bermain banyak Games 1 ID
    BURUAN DAFTAR!
    dewa-lotto.cc

    BalasHapus

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram