Bangkok Trip is a Good Idea!

5/18/2016 12:00:00 AM


Usai menyelesaikan imigrasi di Bandara Don Mueang, saya bergegas mencari money-changer untuk menukar mata uang. Selanjutnya saya mencari kios penjualan sim-card. Kalau di Suvarnabhumi, kios-nya berdasarkan operator seluler-nya tinggal pilih. Di Don Mueang mirip dengan kios pulsa di Indonesia, satu kios menjual berbagai macam operator. Saya membeli tourist sim-card dari operator Dtac seharga 299 baht untuk unlimited internet selama seminggu dan beberapa fasilititas gratis telpon dan internet. Begitu aktif langsung update status memberi kabar ke orang-orang terkasih di Indonesia.


Dtac sim-card
Cara paling mudah untuk menuju kota Bangkok dari Bandara Don Mueang adalah dengan berjalan kaki naik shuttle bus A1 dan A2. Dari Terminal 1 carilah Exit Gate 6 dan tunggu bisnya datang. Saya hanya menunggu sekitar 10 menit dan bus datang. Bus juga tidak berhenti lama hanya sekitar 5 menit dan beralih ke Terminal 2. Jalur bus A1 adalah Don Mueang-Chatuchak-Bus Terminal, sedang A2 dari Don Mueang ke Victory Monument. Dikenakan biaya 30 baht tiap penumpang.





A1 Express Bus
Inside the A1 Bus
Saya naik bis A1 untuk nanti berhenti di stasiun BTS Mo Chit meneruskan perjalanan menuju penginapan. Perjalanan ditempuh sekitar 20 menit. Berhenti di pintu masuk Stasiun BTS Mo Chit yang berada di area dekat Chatuchak Weekend Market. Oya, saya tidak sempat mengambil foto selain karena malam hari, saya juga terburu-buru. Jadi fotonya saya ambil dari laman turtlexpress.wordpress.com dalam keadaan siang hari. Cek blog-nya disini.






Hampir 70% penumpang yang rata-rata turis, turun di Mo Chit. Dari BTS Mo Chit perjalanan saya lanjutkan menuju Phloen Chit yang berada di daerah Sukhumvit. Dari stasiun Phloen Chit lanjut jalan kaki menyusuri Soi Ruen Rudee sekitar 5 menit. Tidak sulit mencari penginapan saya karena berada di dekat Bumrungrad International Hospital. Banyak keramaian dari dan menuju rumah sakit ini.


My map
Lüz Hostel
Check in
Saat check-in kita diwajibkan membayarkan deposit senilai 500 THB. Setelah check-in saya mendapat key-card untuk akses keluar masuk penginapan, akses ke kamar dan loker pribadi. Oya, kita juga mendapat handuk bersih dan slipper yang imut nyaman ini. Sepatu dilarang memasuki area kamar, disediakan rak sepatu di dekat resepsionis. Lüz Hostel ini berada dalam bangunan 4 lantai. Lantai 1 adalah resepsionis dan common area. Lantai 2-3 adalah dorm room biasa. Sedangkan khusus untuk capsule room berada di lantai paling atas dengan akses tangga. Fyuh!


Comfy Slipper
Key-Card
Up we go!
My pod, yay!
Satu ruangan capsule yang terdiri dari single dan double pod ini mampu menampung 19 orang. Ketika saya masuk kamar, ruangan sudah dalam sleep mode (lampunya redup) nampak beberapa tas dan koper di dekat pod masing-masing. Jam saya menunjukkan pukul 21:45, saya bergegas mandi. Kamar mandinya cukup roomy untuk ukuran hostel.


Shower
Wastafel
Seusai mandi, saya bertemu dengan salah satu room-mate saya, yang kebetulan pod-nya berada dibawah saya. Ada Karlijn dan adiknya Laura, dari Belanda. Mereka sudah ada seminggu di Bangkok, demi Songkran Festival 13-15 April lalu. Basa-basinya cukup, mari guling-guling segera tidur. Goodnight!


List of Bangkok Trip:
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images

Instagram